mediaasia.co, Lampung Barat โ Tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan penelitian terapan mengenai pengembangan model budidaya kopi Robusta adaptif iklim melalui pendekatan integrasi agroforestri, kesehatan tanah, dan produktivitas tanaman.
Kegiatan penelitian ini diawali dengan survei lokasi pada Juni 2026 untuk melakukan identifikasi kondisi agroekologi, karakteristik kebun, serta koordinasi bersama mitra penelitian. Selanjutnya, pelaksanaan pengambilan data lapangan dilakukan pada Juli hingga Agustus 2026 di wilayah Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, pada areal pertanaman kopi Robusta dengan ketinggian sekitar 850โ870 meter di atas permukaan laut.
Penelitian ini dipimpin oleh Dimas Prakoswo Widiyani, S.P., M.P. bersama tim dosen Politeknik Negeri Lampung yang terdiri atas Dr. Soleha, S.P., Refki Sanjaya, S.Tr.P., M.P., dan Tandaditya Ariefandra Airlangga, S.P., M.Sc., serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pengamatan lapangan, pengambilan sampel, dokumentasi, dan pengolahan data penelitian.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti berkolaborasi dengan Gapoktan Lampung Robusta sebagai mitra penelitian yang berlokasi di Pekon Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan riset berbasis kebutuhan nyata petani kopi serta pengembangan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.
Penelitian mengevaluasi enam model budidaya kopi Robusta yang meliputi sistem agroforestri kompleks, agroforestri sederhana, dan monokultur dengan berbagai pengelolaan bahan organik. Parameter yang diamati mencakup kondisi iklim mikro (intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan relatif), kesehatan tanah (C-organik, N-total, rasio C/N), serta potensi produksi kopi Robusta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan agroforestri sederhana memiliki kombinasi yang lebih seimbang antara kondisi mikroklimat dan produktivitas tanaman. Model tersebut mampu menciptakan kondisi lingkungan yang lebih moderat dengan dukungan kesehatan tanah yang baik serta menghasilkan potensi produksi tinggi.
Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kopi adaptif iklim tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan ekosistem, kualitas tanah, dan keberlanjutan sistem budidaya.
Melalui penelitian ini, Polinela terus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan inovasi terapan yang mendukung sektor perkebunan, khususnya pengembangan kopi Robusta Lampung yang lebih produktif, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan perubahan iklim.
Penelitian ini didanai oleh Politeknik Negeri Lampung melalui Skema Penelitian Terapan Reguler DIPA Tahun Anggaran 2026.
#Polinela#PenelitianTerapan#KopiRobusta#Agroforestri#InovasiPertanian#LampungBarat #DIPA2026






